Followers

Nokia E63

Wednesday, September 14, 2011

Di akhir bulan Februari ini akhirnya coba ngeblog lagi deh. Kali ini topiknya tentang handphone baru saya, yaitu Nokia E63.

IMG_1091
Gara-gara dua rekan saya yang sudah pakai Nokia E71, dan kebetulan Nokia mengeluarkan Nokia E63 yang merupakan versi ekonomis dari E71 (minus HSDPA dan GPS, dengan beda harga 1,5 juta rupiah), saya akhirnya melego dua handphone terdahulu saya, yaitu Nokia E51 dan Nokia E61, dan saya tukar menjadi handphone ini. Sekaligus juga saya mengaktifkan Telkomsel Flash unlimited 256kbps, dan meminjamkan modem dan kartu IM2 Broadband saya kepada adik saya di Jakarta karena di Bandung kartu tersebut praktis sudah tidak bisa dipakai, dial saja susahnya minta ampun :(
Setelah handphone tersebut saya beli, saya jalankan fitur “Switch” di handphone tersebut untuk mengkopi SELURUH konten dari Nokia E51 saya yang lama kedalam Nokia E63 ini via Bluetooth. Kira-kira 30-45 menit berlalu, seluruh konten, mulai dari SMS, call log, phonebook, sampai file-file gambar dan MP3 telah terkopi di handphone. Bagus!
IMG_1071
Switch aplikasi, mengkopi semua konten dari hape lama ke hape baru.
Setelah saya aktifkan Telkomsel Flash unlimited, saya aktifkan pula fitur Pushmail dari Nokia bernama Nokia Email Service. Dengan layanan ini akhirnya saya bisa mengkonfigurasi Pushmail dari mail server saya ke Nokia E63 ini. Akhirnya bisa deh baca email tanpa perlu buka laptop.
Beberapa kesan dari handphone ini adalah :
  1. Bentuknya tebal dan bodi plastik, kerasa lebih berat dari E71 yang bodinya stainless steel dan lebih tipis. Tapi kok dilihat-lihat akhirnya kok tampangnya kayak Blackberry ya ? :) Mungkin karena saya beli yang warna biru, bukan warna merah.
  2. Kencang sodara! Ya maklum saja karena dia ini enginenya sama seperti E71, cuma dikurangi dua fitur yang saya sebutkan tadi. Sisanya sama persis.
  3. Saya coba maksimalkan semua fitur-fiturnya, terutama fitur networkingnya, rugi dong punya Telkomsel Flash Unlimited nggak dipakai, hasil akhirnya saya jadi agak2 autis gitu kalau pegang hape ini. Ini daftar kemampuan yang saya coba :
    1. Dijadikan modem 3G untuk Internetan dari laptop, bisa. Cuma kadang2 putus sendiri kalau pake bluetooth, dan seringnya harus direstart hp nya, kalau pakai kabel data sih nggak masalah. O iya, kabel datanya beli sendiri ya, nggak dikasih oleh Nokia.
    2. Pushmail pakai Nokia Email Service, bisa.
    3. Download attachment .doc, .xls, .ppt, langsung bisa diedit di QuickOffice, langsung kirim lagi. Baca attachment .pdf juga bisa pakai Acrobat Reader.
    4. Yahoo! Messenger dengan Fring, bisa.
    5. Login SSH ke server via PocketPuTTY, bisa.
    6. Buka Facebook dan Ngeplurk Mobile, bisa. Browsing cepat, bisa playback Flash lagi.
    7. Register ke SIP IP Phone via Wifi di ITB, bisa.
    8. Potret dari kamera, terus posting ke Flickr, bisa.
  4. Kalau Pushmail nya sudah jalan, yang jadi korban adalah batere nya. Kalau saya konfigur networknya di dual-mode, sukses deh pas pulang malem baterenya sudah sekarat. Akhirnya saya setel networknya di GPRS aja, kalau mau Internetan dari laptop baru dipindah manual ke UMTS 3G. Dan ngapain pula pushmailnya jalan kalau pas di depan laptop ? Akhirnya saya matikan saja sinkronisasi emailnya kalau pas buka email di laptop, pas jalan ke luar nggak bawa laptop baru deh pushmailnya dinyalakan. Hasil akhir : batere bisa tahan antara 1,5 s/d 2 hari. Lumayan lah.
Kesan akhirnya, ini handphone 2.0 banget deh. Cocok jadi temannya orang autis yang nggak bisa unplugged from The Matrix, eh, Internet. Tapi ini memang hasil dari handphone yang bagus, dengan layanan aplikasi yang bagus, dengan koneksi network yang memadai dan unlimited. Baru enak. Kalau ada salah satu faktor yang nggak ada, experiencenya jadi jelek.
Saya juga baru merasakan manfaat handphone seperti ini jika kita seringnya di luar kantor dan susah buka laptop. Kalau hari-hari di Bandung, dimana laptop kebuka tiap saat dan Internet kenceng, ngapain Internetan pakai handphone ? Tapi kalau kita lagi traveling ke Jakarta, baru deh terasa gunanya, ketika terjebak di dalam kendaraan, dan terpaksa harus baca email, E63 ini sangat membantu.
Kalau ada yang bandingkan handphone ini dengan Blackberry, mungkin saya bisa bilang handphone ini ini adalah Blackberry killer……bagi orang-orang tertentu yang bertanya-tanya “ngapain juga saya bayar setidaknya 4 juta keatas untuk beli device Blackberry kalau fitur2 tadi bisa didapat di Nokia E63 dengan harga yang lebih murah ?” Harganya turun terus, sementara harga E71 malah naik ke angka 5 juta. Tapi kalau anda cuma sekedar mau jadi bagian dari gaya hidup Blackberry sih ya silakan aja :D
Itu saja sih kesan-kesannya, mudah-mudahan berguna.
IMG_1069
E51 (sudah dijual kepada teman), E63 dan Nokia 1202, sebuah handphone sederhana yang keren didalam kesederhanaannya 

0 comments:

Post a Comment